Author Archives: Wika Arungjeram - Page 2

Pelatih Chelsea Terima Apapun Keputusan Hazard

Sarri Hazard

Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri menyatakan bahwa keputusan yang akan diambil oleh gelandang andalan The Blues, Eden Hazard mengenai masa depannya harus dihormati oleh semua pihak.

Beberapa waktu belakangan ini, gosip kepergian Hazard dari Stamford Bridge semakin menguat. Gelandang tim nasional Belgia itu dipercaya akan memilih hengkang ke raksasa La Liga, Real Madrid.

Dalam pertandingan pemungkas Premier League musim ini melawan Leicester City, hari Minggu (12 Mei 2019) malam WIB, Hazard masuk sebagai pemain cadangan sejak pertengahan babak kedua.

Harapan Sarri
Sarri memuji kontribusi yang telah diberikan Hazard selama sang pemain merumput di Chelsea. Sarri pun menegaskan bahwa pihaknya sudah siap menerima apa pun keputusan yang diambil Hazard.

“Eden hari ini sedang lelah jadi saya tidak memainkan dia sejak awal. Kami mencoba meraih kemenangan dengannya dalam 25 menit terakhir,” ujar Maurizio Sarri mengenai alasannya tak menjadikan Hazard starter kepada Sky Sports.

“Saya rasa Eden telah bermain di Chelsea selama tujuh musim, mencoba di setiap pertandingan untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan sekarang kita harus menghormati apa yang dia putuskan, tapi saya harap ia akan bertahan bersama kami,” imbuhnya.

Harapan Juara Liga Europa
Chelsea akan berduel melawan Arsenal dalam pertandingan final Liga Europa musim ini pada 30 Mei mendatang. Sarri pun berharap timnya bisa menutup musim dengan meraih gelar juara.

“Musim ini berjalan bagus. Kami berada dalam masalah pada dua atau tiga bulan lalu namun posisi ketiga merupakan hasil yang buruk untuk kami. Sekarang kami harus pergi untuk menjalani final Liga Europa dan inilah kesempatan untuk mengakhiri musim dengan manis” demikian tutup Maurizio Sarri..

Lagi-lagi Tersingkir Karena Comeback, Sergio Busquets Minta Maaf

busquets barca

Gelandang bertahan Barcelona, Sergio Busquets menyampaikan permohonan maaf setelah timnya gagal tersingkir di babak semifinal Liga Champions musim ini akibat kalah telak dari Liverpool.

Barca sebenarnya berpeluang peluang besar untuk melangkah ke final berkat kemenangan 3-0 di putaran pertama pekan lalu. Tak hanya itu, Blaugrana juga diuntungkan dengan absennya Mohamed Salah dan Roberto Firmino di tim Liverpool untuk putaran kedua.

Namun Barca justru tampil buruk Anfield. Brace masing-masing dari Divock Origi dan Georginio Wijnaldum membuat Barca harus pulang dengan kesedihan mendalam karena ambisi meraih gelar Liga Champions musim ini pupus.

Sergio Busquets Minta Maaf
Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Busquets pun meminta maaf karena timnya kembali tersingkir secara menyakitkan seperti musim lalu ketika mereka dipukul balik oleh AS Roma.

“Mereka tampil sangat bagus, jauh lebih bagus dibanding kami. Saya minta maaf. Setelah apa yang kami alami di Roma, hal ini kembali terjadi,” ungkap Sergio Busquets kepada Movistar.

“Berat rasanya harus tersingkir setelah kami menang besar di pertandingan putaran pertama. Liverpool lebih baik dan cerdas daripada kami, mereka lebih cepat,” lanjut Sergio Busquets.

“Saya rasa kami punya banyak peluang untuk mencetak gol yang kami butuhkan, tapi hari ini itu tidak kami lakukan,” tutur Busquets.

De Javu AS Roma
Bagi Barca, kegagalan ini terasa menyakitkan pasalnya ini adalah kedua kalinya secara berturut-turut Lionel Messi dan kawan-kawannya harus tersingkir dari Liga Champions dengan cara yang sama, comeback.

Dalam babak perempat final musim lalu, Barca sebenarnya punya kesempatan besar untuk lolos ke semifinal setelah menang telak atas AS Roma 4 – 1 di Camp Nou.

Namun kemenangan tersebut tak berarti apa-apa karena dalam putaran kedua di Olimpico, Los Cules dipermalukan 3 gol tanpa balas. AS Roma pun berhak melaju ke semifinal berkat keunggulan agresivitas gol tandang.

Soal Pogba, Zidane Dan Real Madrid Beda Pendapat

Paul Pogba Manchester United

Rumor transfer Paul Pogba semakin hari semaki memanas. Kabarnya, sang pemain sudah tidak betah berseragam Manchester United dan siap melakukan segalanya untuk menyelesaikan kepindahan ke Real Madrid.

Dalam laporan yang dikeluarkan oleh Marca, masa depan Pogba mulai tidak jelas dalam beberapa bulan terakhir. Kabarnya, Pogba sudah tidak lagi percaya pada pelatih dan manajemen United. Dia ingin bermain untuk klub yang lebih kuat seperti Real Madrid.

Pogba bahkan berani terang-terangan memuji Zinedine Zidane dan Real Madrid. Dia mengaku ingin bermain di bawah kepemimpinan Zidane dan bermain untuk klub sebesar Madrid adalah impian setiap pemain, termasuk dirinya. Bagaimana situasi teranyar saga transfer ini?

Zidane VS Klub
Tidak hanya Pogba, Zidane sendiri sudah berulang kali menyatakan kekagumannya terhadap sang pemain. Zidane kagum pada kemampuan Pogba dan ingin memasukannya dalam daftar belanja Real Madrid di bursa musim panas tahun ini.

Sayangnya, jajaran manajemen Real Madrid sedikit ragu dengan rencana pembelian Pogba. Pihak klub merasa pembelian Pogba terlalu rumit karena tuntutan finansial yang begitu tinggi.

Betapa tidak, kabarnya harga jual Pogba bisa saja mencapai 200 juta euro. Ditambah lagi dengan permintaan gaji Pogba yang begitu Besar. Los Galacticos tidak ingin mengambil risiko sebesar itu untuk pemain yang dinilai jadi biang masalah.

Bantuan Pogba
Tidak hanya itu, Madrid juga meminta Pogba mengusahakan kepindahannya lebih baik. MU tentu saja tidak akan mau melepas Pogba begitu saja, sang pemain harus menekan klub untuk melepasnya.

The Red Devils tidak akan melepas Pogba untuk kurang dari 150 juta euro, jumlah yang sebenarnya masih mahal, tetapi El Real mungkin mau mempertimbangkannya asalkan Pogba mau memotong gaji.

Michael Owen Prediksi MU Akan Sulit Finis Empat Besar

Everton FC v Manchester United

Michael Owen ikut berkomentar mengenai persaingan sengit menuju empat besar Premier League musim ini. Owen yakin bahwa keempat klub yang bersaing masih memiliki peluang yang sama, empat besar masih terbuka.

Saat ini Manchester City dan Liverpool sudah dipastikan finis di dua peringkat teratas. Itu berarti, hanya ada dua tempat tersisa yang diperebutkan oleh empat klub kuat: Tottenham Hotspur, Chelsea, Arsenal, dan Manchester United.

Keempat klub tersebut masih memiliki peluang yang sama besarnya. Tottenham yang berada di peringkat ketiga dengan 67 poin hanya unggul tiga poin saja dari MU di peringkat keenam. Artinya, empat atau tiga pertandingan sisa musim ini bakal sangat menentukan.

Tottenham Hotspur Unggul
Melihat sisa pertandingan dari empat klub tersebut, Owen merasa Tottenham Hotspur sedikit diuntungkan. Jadwal Tottenham lebih mudah, dengan tiga pertandingan di kandang melawan klub-klub yang seharusnya bisa mereka kalahkan.

“Saya lihat sejauh ini Tottenham Hotspur bagus. Mereka menghadapi jadwal yang bagus, tiga pertandingan di kandang dan mereka sudah mendapatkan keunggulan poin dari klub-klub lainnya,” tutur Owen pada Flow Sports.

“Saya bisa merancang skenario untuk Chelsea, Arsenal, dan Manchester United, dengan Manchester United yang paling tidak mungkin.”

“Lihat saja dua pertandingan Manchester United berikutnya – Manchester City dan Chelsea – saya tahu kedua pertandingan itu di kandang, tetapi mereka membutuhkan keajaiban untuk finis di empat besar,” lanjut Michael Owen.

Siapa yang Layak?
Tottenham sudah mengamankan satu tempat, artinya Chelsea, Manchester United, dan Arsenal bakal merebut satu tempat tersisa. Owen merasa ketiga klub ini masih memiliki peluang yang sama, tetapi Manchester United sedikit tidak diunggulkan.

Emery Tantang Ramsey Berikan Gelar Untuk Arsenal Sebelum Pindah

Ramsey Emery Arsenal

Manajer Arsenal, Unai Emery memberikan tantangan kepada Aaron Ramsey untuk mengakhiri karirnya sebagai pemain Arsenal dengan meraih gelar juara.

Ramsey sudah bisa dipastikan hengkang dari Arsenal begitu musim ini berakhir. Selanjutnya ia akan merumput ti Italia bersama Juventus. Walaupun sudah pasti akan berpisah, namun Emery tetap terus memainkan pemain asal Wales tersebut. Penampilannya pun bagus.

Dalam tujuh pertandingan terakhirnya di semua ajang kompetisi, pemain berkebangsaan Inggris ini telah berhasil mencetak tiga gol. Mantan pemain Cardiff City ini juga menambahkan satu assist.

Ditantang Raih Prestasi
Saat ini, Arsenal punya kesempatan untuk finis di zona empat besar liga. Dengan demikian, tim raksasa London Utara ini bisa kembali ke Liga Champions setelah dua musim sebelumnya absen.

Selain itu mereka juga punya kesempatan untuk memenangkan Liga Europa. Sekarang The Gunners sudah masuk ke babak perempat final dan sudah menginjakkan satu kakinya di babak semifinal karena di leg pertama menang 2-0 atas Napoli.

Emery kemudian membujuk Ramsey agar terus menjaga penampilannya. Dengan demikian ia nanti bisa mengantarkan The Gunners meraih prestasi apik di akhir musim.

Penting
“Itu tidak mudah baginya setelah dia memutuskan pindah ke Juventus Juventus, tetapi fokusnya adalah untuk membantu kami dan sikapnya adalah sikap yang sangat luar biasa terhadap setiap sesi pelatihan,” ucapnya seperti dilansir Goal international.

“Saya sudah bicara padanya. Saya ingin dia melakukan sesuatu yang sangat penting dalam pertandingan terakhir di sini di dua kompetisi yang sangat penting bagi kami,” seru Unai Emery.

Solskjaer : MU Wajib Menangkan Enam Pertandingan Tersisa Di Musim Ini

Ole Gunnar Solskjaer
Ole Gunnar Solskjaer

Manchester United baru saja dikalahkan oleh Wolverhampton Wandereres dengan skor tipis pada pertandingan lanjutan Premier League 2018/2019, Rabu (3 April 2019) dini hari WIB tadi. Kekalahan itu membuat langkah MU mengamankan posisi empat besar kian berat, mereka wajib tampil tanpa cacat di sisa musim ini.

Bos Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer menegaskan bahwa timnya tidak boleh melakukan kesalahan sekecil apapun di sisa musim ini. MU harus memainkan enam pertandingan Premier League lagi, dan enam pertandingan itu harus didekati seperti pertandingan final bagi Setan Merah.

MU saat ini berada di peringkat kelima klasemen sementara Premier League dengan 61 poin dari 32 pertandingan. The Red Devils bisa turun ke peringkat keenam jika Chelsea meraih kemenangan pada pertandingan berikutnya.

Solskjaer mengakui mulai saat ini sampai akhir musim nanti Manchester United harus terus memenangkan setiap pertandingan mereka untuk meraih poin sebanyak-banyaknya jika ingin mengamankan posisi empat besar.

Kekalahan Menyakitkan
Sialnya, kekalahan MU ini merupakan akibat dari kesalahan mereka sendiri. MU unggul terlebih dahulu melalui gol Scott McTominay, tetapi Fred membuat blunder yang berujung pada gol penyeimbang Diogo Dalot. Kemudian, Ashley Young diusir wasit dengan kartu merah sebelum Chris Smalling membuat gol bunuh diri.

“Kami seharusnya bisa menang besar. Bisa saja, mungkin seharusnya demikian. Dan sesungguhnya kami menciptakan kekalahan kami sendiri. Kami tampil sangat bagus sampai mereka mencetak gol kedua,”jelas Ole Gunnar Solskjaer kepada Sky Sports.

Bukan Matematika!
Kekalahan MU ini membuktikan bahwa tim yang tampil oke tidak selalu menang. Solskjaer mengakui itu. Timnya sudah bermain sebaik mungkin, namun ada beberapa hal yang tidak bisa mereka kendalikan, dan salah satunya adalah keberuntungan lawan.

“Anda tidak bisa menentukan hasil, bukan begitu? Kami bisa mengontrol apa yang kami lakukan di lapangan, berdasarkan performa, dan setelah kami tampil cukup baik malam ini, kami membuat peluang untuk memenangkan pertandingan.”